|
Monday, 16 November 2009 02:56 |
|
“Orang Banjar Meratus” merupakan alternatif nama yang penulis wacanakan untuk menyebut orang Bukit atau yang sekarang populer disebut etnis Dayak Meratus. Alternatif nama tersebut bisa saja dipakai karena nama sebuah etnis bisa saja berubah dan diterima dengan baik oleh etnis yang bersangkutan. Seperti nama Dayak Meratus yang populer dalam beberapa tahun terakhir adalah sebutan lain dari etnis Bukit, terutama sejak meletusnya konflik antaretnis di Kalimantan Tengah, dimana etnis Bukit menunjukkan rasa solidaritasnya kepada etnis Dayak dengan memposisikan dirinya sebagai bagian dari Dayak dengan nama Dayak Meratus.Penamaan “Banjar Meratus” sebagai alternatif nama lain dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa orang Bukit yang tinggal di pegunungan Meratus sebenarnya “lebih Banjar” dibanding Dayak? Hal itu dapat dilihat dari beberapa relasi antara keduanya (Bukit-Banjar). Pertama, dalam hal asal muasal orang Banjar. Berbagai kajian para pakar seperti Noerid Haloei Radam dalam disertasinya “Religi Urang Bukit”, menunjukkan bahwa orang Dayak Meratus memiliki “hubungan genealogis” terutama dengan orang Banjar Hulu. Menurut Noerid Haloei Radam, sejumlah puak seperti Bukit, Ngaju atau Ma’anyan dari kalangan masyarakat peladang yang sebelumnya mendiami kawasan hilir DAS (Daerah Aliran Sungai) Barito dan atau DAS Martapura telah melakukan kontak yang intensif dan aktif dengan dunia luar. |
|
Read more...
|
|
|
Mengapa Kabut Asap Terus Terjadi? |
|
Monday, 16 November 2009 02:50 |
|
Masih membekas di ingatan kita bahwa pada tahun 2006 di Kalimantan dan Sumatera pernah dilanda oleh kabut asap sedemikian pekat. Kini di tahun 2009, kabut asap pekat terjadi lagi. Apanya yang salah? Mengapa kebakaran hutan dan lahan terus berulang dari tahun ke tahun? Apakah kita tidak pandai mengambil pelajaran dari peristiwa sebelumnya, sehingga pemerintah pun terlihat gagap harus berbuat apa untuk mengatasi kabut asap tersebut. Di setiap musim kemarau, kabut asap memang selalu mengharubirukan kehidupan masyarakat. Di Kalsel dan Kalteng, kabut asap yang berasal dari kebakaran lahan gambut telah mengakibatkan terganggunya aktivitas kehidupan ekonomi, transportasi udara, darat dan sungai. Berdasarkan data satelit pendeteksi panas bumi NOAA-19 (ASMC), sampai dengan 24 September 2009 terdapat 1017 titik api (hotspot) di Kalsel. Di Kalteng, banyaknya hotspot mengakibatkan kualitas udara menjadi sangat buruk sehingga merugikan kesehatan. Banyak masyarakat yang terserang ISPA dan ketika asap sangat pekat maka sebagian sekolah pun harus diliburkan. |
|
Read more...
|
|
Ironi Di Bumi Kaya Sumber Daya Alam |
|
Monday, 08 June 2009 06:17 |
|
Kalsel adalah provinsi yang lekat dengan satu kata yakni “ironi”. Betapa tidak, di tengah kekayaan alam yang melimpah ruah seperti batu bara, ternyata rakyat Kalsel belum sepenuhnya menikmati hasil dari eksploitasi sumber daya alam yang dimilikinya itu. Hal itu tidak lain, karena Pemerintah Pusat tetap saja dinilai tidak memberikan keadilan bagi rakyat Kalsel dan bahkan Kalimantan pada umumnya. Jutaan ton batu bara Kalsel telah dikeruk, diantarpulaukan, dan diekspor ke manca negara, namun keuntungannya malah dinikmati Pemerintah Pusat. Pada tahun 2007, eskpor batu bara Kalsel mencapai 80 juta ton, namun yang kembali ke Kalsel dalam bentuk royalti, pajak dan landrent hanya sebesar Rp 69,8 miliar. Sungguh tidak sebanding dengan dampak kerusakan lingkungan yang semakin parah. Persoalan ketidakadilan dalam pengelolaan dan memperoleh pendapatan dari sumber daya alam di bumi Kalsel, sesungguhnya dapat dirasakan oleh semua pihak. Dari rakyat kecil yang di pinggir jalan yang tiap hari kecipratan debu batu bara, sampai pejabat pemerintahan. |
|
Read more...
|
|
|
Friday, 05 June 2009 02:28 |
|
Workshop Telecenter Berbasis Komunitas Manajemen Telecenter & Community Development. 
Banjarmasin, Tanggal 3-4 Juni 2009 bertempat di Aula pertemuan Balitbangda Prov. Kalsel telah dilaksanakan workshop telecenter yang difasilitasi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Balitbangda Prov. Kalsel. Workshop ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka pembentukan telecenter di Kalimantan Selatan. Tujuan dan Peran pembentukan telecenter adalah : |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|